Senin, 04 Maret 2013

Memutus KDRT dengan Senyuman

1 komentar

Kekerasan dalam rumah tangga begitu sering terjadi di negeri ini. Suami ataupun istri dengan tega menyiksa pasangan hidupnya. Ironis sekali, rumah tangga yang diharapkan sakinah mawaddah wa rahmah, malah menjadi mala petaka yang terus menghantui. Kebosanan dan kecurigaan kepada pasangan yang begitu parah adalah pemicu terbesarnya. Permasalahan yang demikian sebenarnya dapat diatasi dengan mempraktekkan hal yang sangat sederhana yaitu ‘senyuman’.
Yang Pertama, senyuman dapat memupuk cinta yang semakin layu. Karena pada dasarnya, sedikit senyuman saja itu dapat menyejukkan hati. Apalagi yang memberi senyuman pasangan hidup, tentu akan mengingatkan pada awal masa-masa awal jatuh cinta. Juga semakin mempererat jalinan kasih. Malahan pujangga mengatakan ‘Nasi garam dengan lahap aku makan, asalkan ada senyuman kekasih di hadapan’.
Kedua, senyuman menghilangkan kecurigaan. Kecurigaan yang selalu terpendam di hati perhalan-lahan akan hilang jika setiap bertemu antar pasangan saling memberi senyuman.
Dengan senyuman yang terus diberikan, tanpa disadari jalinan kasih antarpasangan akan terus terbentuk, bahkan menjadi semakin erat. Dan KDRT tidak akan lagi menghantui rumah tangga. Yang ada hanyalah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Semoga!!!